Empat Puluh SDM Non-Aparatur Pemerintah Aceh Mengikuti Kursus ITP TOEFL Preparation & Academic English di Balai Bahasa UPI Bandung

 

Bandung 15 Oktober 2018

Meskipun tingkat partisipasi pendidikan telah meningkat signifikan selama 15 tahun reformasi pendidikan di Indonesia, daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih dianggap berada di bawah negara-negara lain di kawasan. Kesimpulan yang disampaikan oleh Bank Dunia dalam laporan kuartalnya pada bulan Juni lalu itu tentu menjadi teguran halus agar Indonesia tidak lengah untuk terus berupaya meningkatkan kualitas SDM-nya.dsc_0197

Upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas SDM terus-menerus dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Aceh. Sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM Aceh, tahun ini Pemerintah Provinsi Aceh bekerja sama dengan Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung mengadakan pelatihan ITP TOEFL Preparation & Academic English bagi SDM Non-Aparatur Pemerintah.

Program pelatihan intensif 300 jam yang akan berlangsung dari tanggal 15 Oktober hingga 15 November 2018 itu diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari dosen-dosen dan tenaga ahli dari 18 universitas dan perguruan tinggi di seluruh Aceh. Universitas dan perguruan tinggi itu antara lain: Universitas Syahkuala, Universitas Malikulsaleh, Universitas Serambi Mekah, Universitas Teuku Umar, UIN Arraniry, Universitas Al Muslim, Universitas Samudera Langsa, IAIN Lhokseumawe, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, dll.dsc_0208

Para peserta yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini telah diseleksi dan diverifikasi berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan, antara lain: berusia tidak lebih dari 42 tahun pada saat mengikuti pelatihan, memiliki skor TOEFL di bawah 550 (karena mereka yang telah memiliki skor di atas 550 telah memenuhi syarat untuk dapat melamar beasiswa ke luar negeri), dan, demi alasan pemerataan kesempatan, tidak sedang atau pernah mendapatkan kesempatan pelatihan yang sama dalam waktu dekat. Selain itu, seleksi peserta juga mempertimbangkan keterwakilan universitas dan perguruan yang mendaftar.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan pelatihan, Kepala BPSDM Aceh, Dr. Mahyuzar, M.Si, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan dosen-dosen PNS maupun Non-PNS yang mampu berbahasa Inggris dan memiliki skorTOEFL di atas 500, sehingga mereka dapat menembus persaingan untuk mendapatkan beasiswa studi lanjut ke luar negeri.

Dalam jangka panjang, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan lanjutan di luar negeri bagi para dosen tersebut tersebut diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, sehingga Aceh Carong yang dimisikan oleh Gubernur Aceh dapat segera tercapai.dsc_0225

Senada dengan sambutan Dr. Mahyuzar, M.Si., Wakil Rektor Bidang Riset, Kemitraan dan Usaha Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., dalam sambutannya juga menekankan tentang pentingnya peningkatan kompetensi SDM non-aparatur (dosen-dosen), antara lain dengan cara memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Apalagi, lanjut beliau, Pemerintah Daerah Aceh memiliki sumber daya keuangan yang melimpah. Hal itu perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas SDM Aceh.

Prof. Didi Sukyadi juga mengingatkan para peserta mengenai pentingnya menjaga komitmen pada saat studi di luar negeri. Komitmen itu perlu ditunjukkan dengan kembali ke Aceh dan berkontribusi di wilayah masing-masing setelah menyelesaikan studi.dsc_0234

Sebagai tuan rumah, kepala Balai Bahasa UPI Prof. Dr. Wachyu Sundayana, M.A., mengucapkan selamat datang kepada para peserta dan berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Aceh untuk bekerja sama dengan Balai Bahasa UPI dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Beliau juga mengemukakan tentang pengalaman Balai Bahasa dalam penyelenggaraan kursus-kursus serupa dan tentang desain program yang akan diikuti oleh peserta pelatihan. (equshay)