Kesalahan-Kesalahan Umum dalam Penulisan Manuskrip Jurnal

Tim pengelola IJAL sering sekali berurusan dengan penulis yang sudah diminta untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, namun tetap mempertahankan kesalahan yang sama. Ada pula penulis yang tidak mau memperbaiki kesalahannya karena tidak mau menerima atau mengakui masukan yang diberikan tim pengelola, petugas initial screening, maupun para editor IJAL. Padahal, di dunia ini tidak ada tulisan yang sempurna. Kadang apa yang tak tampak dari sisi penulis, dapat menjadi kesalahan yang tampak besar di mata pembaca.

Pada dasarnya, penulisan naskah ilmiah apa pun memang membutuhkan banyak latihan berulang-ulang. Pada artikel ini, Tim IJAL mencoba mengartikulasikan pengalaman penanganan manuskrip jurnal dengan meringkas beberapa kesalahan yang paling umum ditemukan, termasuk cara untuk menghindarinya. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda dalam perjalanan menuju publikasi ilmiah yang baik.

Setelah meninjau berbagai macam manuskrip selama sepuluh tahun dan memperhatikan proses screening dan editing terhadap manuskrip-manuskrip selama ini, Tim IJAL mendapati fakta bahwa kebanyakan penulis sebenarnya cenderung membuat kesalahan-kesalahan yang serupa. Di sini, Tim IJAL ingin menyoroti kesalahan paling umum, setidaknya menurut pengalaman Tim IJAL sendiri yang mungkin perlu diketahui penulis dalam proses penulisan.

Pertama, literatur dari latar belakang penelitian tidak diperiksa secara menyeluruh.

Sejak sebelum Anda mulai merancang penelitian Anda, pastikan bahwa Anda telah membaca semua makalah yang terfokus pada topik penelitian Anda. Selain itu, pastikan bahwa literatur Anda up to date. Anda perlu menyajikan latar belakang penelitian lengkap dalam pendahuluan agar dapat berargumentasi urgensi studi Anda, kesenjangan pengetahuan yang hendak dicakup oleh penelitian Anda, atau untuk mendukung temuan Anda. Ingatlah bahwa reviewer manuskrip, kemungkinan besar, adalah para peneliti berpengalaman yang sangat akrab dengan topik penelitian Anda, dan akan segera mengetahui jika bagian penting dari penelitian sebelumnya hilang.

Kedua, tujuan penelitian, hipotesis, dan prediksi tidak jelas.

Anda perlu memastikan bahwa tujuan penelitian, hipotesis, dan prediksi telah dinyatakan dengan jelas di dalam manuskrip. Seluruh bagian pada manuskrip harus berdasarkan atas tinjauan pustaka dan landasan teori yang disajikan pada bagian awal. Mulai dari penyajian pada bagian pendahuluan, landasan teori, hingga metode, hal-hal yang masih belum diketahui harus tercakup dengan baik. Jika pembaca tidak dapat mengikuti alur tulisan dan memahami pentingnya penelitian Anda, dapat dipastikan bahwa pembaca tidak akan dapat mengikuti seluruh alur dari manuskrip Anda. Hal tersebut sudah dimafhumi oleh pembaca mana pun. Besar kemungkinan bahwa pembaca sudah akan berhenti membaca pada bagian pendahuluan jika alur tulisan tidak baik.

Ketiga, struktur manuskrip tidak jelas.

Hal ini dapat dipastikan jika seorang pembaca tidak dapat mengikuti urutan hipotesis, metode, hasil, dan pembahasan pada manuskrip. Dalam ilmu tentang teks, ini disebut kohesi dan koherensi. Manuskrip dengan kohesi dan koherensi yang tidak baik menunjukkan bahwa ada struktur yang tidak jelas dalam bangunan tulisan secara keseluruhan. Jadi, sangat penting bagi penulis untuk memastikan menjaga urutan yang sama di seluruh manuskrip.

Contoh sederhana adalah jika Anda memiliki hipotesis 1, 2 dan 3 yang disebutkan dalam hipotesis. Kemudian, dalam bagian yang membahas metode, temuan, dan pembahasan, Anda harus menjaga urutan tersebut. Pertama, Anda melaporkan pengujian hipotesis 1 dengan metode yang Anda pilih; apa yang Anda temukan sebagai temuan untuk hipotesis 1; bagaimana temuan mendukung hipotesis 1 Anda; dan bagaimana hubungannya dengan penelitian lain. Kemudian Anda melakukan hal yang sama untuk hipotesis selanjutnya. Akan lebih mudah bagi pembaca jika Anda segera merujuk kembali hipotesis Anda di setiap bagian naskah sebelum menjelaskan metode/temuan/pembahasan. Ini juga akan membantu Anda untuk menjaga struktur dan alur yang baik.

Keempat, metode penelitian tidak dijelaskan dengan cukup detail.

Metode harus dikemukakan secara rinci, langkah demi langkah, dan dapat dipahami pembaca. Pastikan bahwa Anda menjelaskan setiap langkah yang Anda lakukan dalam penelitian dengan cara yang mudah dipahami pembaca, menyebutkan semua yang Anda lakukan, dan semua cara yang Anda gunakan ketika penelitian. Ini dapat meliputi rincian mengenai perangkat yang Anda gunakan, partisipan yang terlibat atau sejenisnya, skala waktu, pengumpulan data, dan analisis data.

Kelima, penggunaan statistik yang salah.

Biasanya, setidaknya menurut pengalaman Tim IJAL, peneliti yang menyerahkan menuskripnya ke jurnal bukan ahli statistik yang terlatih. Sering kali ditemukan bahwa peneliti tidak menerima pelatihan statistik yang baik selama karier akademik mereka, melainkan mereka mempelajari prosedur dengan learning by doing (belajar sambil melakukan). Jadi, tergantung pada area penelitian, uji statistik yang serupa biasanya digunakan sebagai semacam standar. Oleh karena itu, Tim IJAL sering kali menemukan manuskrip-manuskrip yang mereplikasi tes yang digunakan dalam penelitian sebelumnya. Walaupun hal tersebut dapat diterima dan dipahami, penggunaan uji statistik yang sama dengan penelitian sebelumnya tidak selalu masuk akal. Pastikan Anda memilih uji statistik yang tepat untuk analisis Anda. Jika tidak, analisis Anda tidak akan berguna. Misalnya, pastikan Anda mengetahui apakah pengujian non-parametrik atau parametrik cocok untuk set data Anda, dan periksa distribusi normal sebelum melakukan pengujian lebih lanjut. Banyak universitas memiliki departemen yang dapat membantu Anda dengan statistik. Jadi pastikan Anda menggunakan opsi ini jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan. Ada juga banyak platform dan video daring yang sangat membantu_yang mungkin terbukti bermanfaat.

Keenam, bagian-bagiannya campur aduk.

Jangan mencampuradukkan temuan dan pembahasan. Jangan menafsirkan atau mendiskusikan temuan saat Anda mempresentasikannya di bagian temuan, lalu hanya merangkum temuan sesaat sebelum mendiskusikannya. Ini tidak berlaku untuk jurnal yang menggabungkan temuan dan pembahasan. Jadi pastikan untuk memeriksa pedoman penulis sebelum Anda menulis manuskrip Anda.

Contoh campuran: Hanya 3 dari 10 siswa yang belajar dengan cepat memakai metode bermain daripada siswa lainnya, ini menunjukkan bahwa siswa lainnya biasanya belajar lebih cepat daripada siswa yang belajar dengan metode bermain.

Hanya bagian pertama dari kalimat yang harus menjadi bagian dari bagian temuan, bagian kedua adalah interpretasi dan termasuk dalam pembahasan.

Ketujuh, kesimpulan tidak sesuai dengan temuan yang disajikan.

Contoh: Secara statistik, hasilnya signifikan (p<0,05) atau tidak.

Jika tidak ada temuan yang signifikan, jangan ditulis bahwa ada “kecenderungan”.

Misalnya: kecepatan belajar siswa dengan metode biasa berbeda secara signifikan dengan t.

Kedelapan, manuskrip menggunakan bahasa yang buruk.

Bukan sekali-dua kali Tim IJAL menemukan manuskrip dengan bahasa Inggris yang luar biasa buruknya. Tidak jarang pula Tim IJAL menolak manuskrip yang ide dan hasil penelitiannya bagus, namun ditulis dengan bahasa Inggris yang kurang baik. Bahkan Tim IJAL sering menemukan manuskrip yang kentara merupakan terjemahan mesin.

Bukan sebuah kelemahan berarti jika bahasa Inggris Anda tidak terlalu baik. Kelemahan berarti adalah jika Anda tidak menganggap faktor bahasa sebagai sesuatu yang penting sehingga seenaknya menyulih bahasa manuskrip Anda dengan mesin atau meminta orang yang tidak kompeten untuk menerjemahkan manuskrip Anda. Gagasan ini berlaku pula jika Anda menyerahkan manuskrip ke jurnal-jurnal yang berbahasa Indonesia. Anda tetap harus memastikan bahwa bahasa Indonesia Anda baik.

Anda dapat mengatasi kelemahan ini dengan terjemahan atau editing yang reliabel dan berkualitas. Misalnya, Anda dapat meminta bantuan kepada lembaga penyedia jasa terjemahan atau editing yang memiliki reputasi dan terpercaya, seperti Balai Bahasa UPI. [Mahardhika Zifana]

Share this:
X