Bagaimana Cara Untuk Mengetahui Minat Anak Anda?

Banyak orang tua mulai menyadari pentingnya minat dalam perkembangan anak mereka. Namun sebagian orang tua belum mengetahui apa minat anak mereka. Bagaimana cara untuk mengetahui minat anak mereka? Artikel ini akan memaparkan secara singkat dua alternatif cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul “Minat Vs. Bakat: Apa yang Harus Diutamakan?”, telah dibahas pentingnya mengembangkan minat dalam membangun kesuksesan dalam diri seorang anak. Beberapa orang tua mungkin sudah mengetahui dengan jelas minat anak mereka, namun beberapa yang lain masih belum mengetahuinya. Artikel ini akan memaparkan secara singkat dua cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua sebagai pijakan awal untuk mengidentifikasi minat anak mereka.

  1. Mengetahui minat melalui tes

Saat ini telah banyak tes yang dikembangkan untuk mengetahui minat dan bakat seorang anak. Di antara beberapa tes minat dan bakat yang telah lazim di masyarakat adalah psikotes, aptitude test, tes IQ/EQ, bahkan asesmen minat dan bakat berbasis sidik jari. Harga tesnya beragam, mulai dari yang murah sampai yang sangat mahal.

Tes semacam ini tentunya akan menghemat waktu dan energi orang tua dalam proses pencarian minat anak mereka. Hasil tesnya pun biasanya memunculkan beberapa alternatif minat dan bakat namun dengan tingkat kecenderungan minat dan bakat yang berbeda-beda, mulai dari yang paling kuat sampai yang paling lemah. Oleh karenanya, orang tua akan mendapatkan lebih banyak informasi terkait minat dan bakat anak mereka.

Namun perlu diketahui bahwa setiap tes minat dan bakat memiliki landasan teoretis dan metode asesmen masing-masing. Oleh karenanya, para orang tua perlu menyadari bahwa jenis tes yang berbeda mungkin menunjukkan hasil yang berbeda pula. Tes yang lebih mahal pun biasanya menunjukkan hasil yang lebih akurat dan informasi yang lebih lengkap, walaupun harga tidak selalu menjadi ukuran akurasi dan kelengkapan informasi sebuah tes. Terlepas adanya perbedaan tersebut, biasanya hasil asesmen satu jenis tes minat dan bakat dengan jenis tes yang lain merefleksikan minat dan bakat yang relatif sama.

  1. Mengetahui minat melalui observasi langsung oleh orang tua

Cara ini mungkin tidak sekaku tes minat dan bakat dan mungkin terkesan tidak ilmiah. Namun terkadang observasi langsung oleh orang tua justru memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang minat seorang anak karena interaksi orang tua-anak yang cenderung lebih intens. Observasi langsung memang tidak membutuhkan banyak biaya, namun memerlukan ketekunan dan sensitivitas orang tua dalam melihat minat anak mereka.

Orang tua dapat mengetahui minat anak mereka melalui aktivitas mereka sehari-hari. Beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan adalah aktivitas apa saja yang sering anak mereka lakukan, membuat anak mereka tersenyum dan antusias, dan mampu anak mereka kerjakan dalam waktu relatif lama. Hal-hal tersebut dapat menjadi pijakan awal untuk mengidentifikasi minat seorang anak.

Salah satu indikator minat anak yang penting adalah ketika seorang anak menunjukkan karyanya, misalnya gambar atau kerajinan tangan. Semakin sering seorang anak menunjukkan karyanya di satu bidang, semakin kuat indikasi minatnya di bidang tersebut.

Namun, sayangnya, banyak orang tua mengabaikan hal ini sehingga mereka tidak menyadari bakat anaknya. Yang lebih menyedihkan, anak-anak mungkin merasa minat mereka tidak didukung atau “dimatikan” oleh orang tua sehingga mereka tidak memiliki motivasi untuk menekuni hal tersebut.

Idealnya, orang tua perlu menggabungkan kedua metode di atas untuk mengetahui minat dan bakat anak mereka. Sehingga, minat anak yang teridentifikasi bukan hanya berdasarkan intuisi melainkan juga tervalidasi oleh metode ilmiah.

Namun jika karena suatu alasan orang tua tidak dapat mengikutsertakan anak mereka pada tes minat dan bakat, orang tua dapat “menginvestasikan” waktu dan energi mereka untuk memperhatikan kebiasaan anak mereka. Tidak jarang hasil pengamatan orang tua justru mampu merepresentasikan minat dan bakat anak dengan lebih menyeluruh.

Apapun pilihan metodenya, mengidentifikasi minat anak adalah hal yang penting untuk dilakukan oleh setiap orang tua.

Jika anak Anda berminat mempelajari Bahasa Inggris dengan lebih dalam dan dengan cara yang menyenangkan, silakan cek layanan English for Young Learners (EYL) dan English for Teenagers (EfT) Balai Bahasa UPI. Sekarang, anak Anda dapat belajar dari mana saja karena kelas-kelas EYL dan EfT dilaksanakan secara daring (online). [Fauzi Yudiashari]

Share this:
X