3 Langkah Singkat Memastikan Minat dan Bakat Anak Anda (Tanpa Tes)

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas dua cara yang dapat dilakukan para orang tua untuk mengetahui minat dan bakat anak: tes dan observasi. Tes minat dan bakat tentu mempermudah orang tua dalam mengetahui minat dan bakat anak mereka. Namun observasi langsung bisa jadi memberikan gambaran yang lebih utuh tentang kedua hal tersebut. Artikel ini akan membahas langkah-langkah singkat yang dapat orang tua lakukan untuk memastikan minat dan bakat anak tanpa tes.

Untuk mengetahui minat dan bakat anak tanpa tes, orang tua perlu menginvestasikan waktu dan energi mereka untuk melakukan observasi secara saksama terhadap kebiasaan dan respons anak mereka ketika dihadapkan pada beragam kegiatan. Observasi ini tidak harus mengikuti kaidah-kaidah keilmuan secara kaku; orang tua hanya perlu membuka diri dan lebih peka terhadap hal-hal kecil yang dilakukan oleh anak mereka. Berikut langkah-langkah yang dapat orang tua lakukan untuk mengetahui minat dan bakat anak mereka tanpa tes.

1. Perkenalkan anak dengan beragam kegiatan

Jika bakat adalah sesuatu yang dianggap bawaan lahir, minat adalah hal yang dipengaruhi oleh banyak hal baik secara internal maupun eksternal. Tidak jarang seorang anak tiba-tiba saja berminat pada satu hal ketika ia diperkenalkan pada hal tersebut. Dengan membiarkan anak “terpapar” oleh beragam pilihan kegiatan positif, anak akan terangsang untuk mengeksplorasi hal yang membuat mereka tertarik. Memberikan anak paparan terhadap beragam kegiatan tidak harus menghabiskan biaya yang besar. Kini ada banyak event, pelatihan online, atau webinar gratis yang ditawarkan. Sekali lagi, para orang tua hanya perlu menginvestasikan waktu dan energi mereka untuk mendampingi dan memperhatikan anak-anak mereka ketika mengikuti berbagai kegiatan tersebut.

2. Memperhatikan respons anak mereka

Ketika seorang anak berminat pada satu hal, ia akan lebih antusias membicarakan atau melakukan hal tersebut. Antusiasme ini perlu ditangkap oleh orang tua. Terkait antusiasme, orang tua perlu memperhatikan apakah itu cenderung bertahan lama atau sementara saja. Ketika antusiasme tersebut kuat dan cenderung bertahan lama, orang tua dapat merasa yakin bahwa minat anak mereka ada di bidang tersebut.

3. Mendukung minat anak mereka

Dari ketiga yang dibahas di dalam artikel ini, langkah ini adalah kunci dalam menumbuhkan minat seorang anak. Terkadang orang tua sudah memiliki firasat bahwa anak mereka berbakat di dalam satu bidang namun ternyata mereka meminati bidang yang lain. Tidak jarang pula orangtua memaksakan keinginan dan rencana mereka kepada anak, sehingga muncul konflik di antara kedua pihak. Walaupun orang tua memiliki hak prerogatif untuk mengarahkan anaknya, dalam situasi ini agaknya orang tua harus rela “mengalah” pada minat anak (baca juga artikel “Minat vs. Bakat: Apa yang Harus Diutamakan?”).

Dukungan orang tua memiliki peran yang sentral dalam upaya anak menekuni bidang yang ia minati. Dukungan ini tidak melulu berupa dorongan terhadap minat apapun yang ingin anak tekuni, tetapi juga berupa bimbingan ketika anak menemui kebingungan atau hambatan dan arahan ketika anak menyimpang menuju hal-hal negatif di tengah proses menekuni minat mereka. Terkadang anak merasa langkah mereka dalam menekuni minatnya dihambat oleh orang tua. Oleh karenanya, dukungan orang tua perlu disertai komunikasi yang baik di antara orang tua dan anak.

Perlu disadari bahwa minat dapat berubah seiring waktu dan itu merupakan hal yang lumrah. Walaupun mungkin tidak sesuai dengan harapan atau rencana yang sudah disusun sebelumnya, orang tua perlu memaklumi hal ini karena mereka pun mungkin pernah mengalami hal yang sama pada satu momen di dalam perjalanan hidup mereka. Justru di sini orang tua perlu mengambil peran dalam menanamkan nilai-nilai penting ketika anak menekuni apapun bidang positif yang mereka tekuni. Nilai-nilai penting yang dimaksud di antaranya adalah fokus, dedikasi, kesungguhan, keuletan, dan semangat dalam menekuni bidang tersebut dan kemampuan untuk mengambil hikmah ketika menemui hambatan atau bahkan kegagalan.

Jika anak Anda berminat mempelajari Bahasa Inggris dengan lebih dalam dan dengan cara yang menyenangkan, silakan cek layanan English for Young Learners (EYL) dan English for Teenagers (EfT) Balai Bahasa UPI. Sekarang, anak Anda dapat belajar dari mana saja karena kelas-kelas EYL dan EfT dilaksanakan secara daring (online). [Fauzi Yudiashari]

Share this:
X